Sabtu, 07 November 2009

renungan pagi kristen - Know Faith, Know Peace

(renungan pagi kristen)
A woman who had been subjected to bleeding for twelve years came up behind Jesus and touched the edge of his cloak. She said to herself, “If I only touch his cloak, I will be healed.” Jesus turned and saw her. “Take heart daughter,” he said, “your faith has healed you.” And the woman was healed from that moment.
- Matthew 9:20-22

Pulitzer Prize-winning author Laura E.Richards often wrote stories exploring man’s capacity for tenderness toward those around him. One such story, “The Hill,” tells of a small boy, discouraged and doubtful that he could ever make it to the top of a large hill. His older and wiser sister tricks him into playing a game in which the two match footprints to see whose is the best. After a while the boy looks up in disbelief.

“Why,” he said, “we are at the top of the hill!”
“Dear me!” said his sister. “So we are!”

Confronted by life’s problems, it often seems easier to despair. Instead of putting one foot in font of the other, confident we can make the climb, we remain stuck at the bottom. Faith is not complacent; faith is a potent mixture of belief and action. It is the big sister advising us to move our feet. When the darkness of despair descends over you, turn to the night-light of faith in possibilities greater than yourself. God has given us the gift to help us on our path to the top of the hill.

Food for thought.
Every tomorrow has two handles. I can take hold of it by the handle of worry, or the handle of faith. Which will I choose?

renungan pagi kristen - Learning How to Write in the Sand

(renungan pagi kristen)
Two friends were walking through the desert. In a specific point of the journey, they had an argument, and one friend slapped the other one in the face.

The one, who got slapped, was hurt, but without anything to say, he wrote in the sand: "TODAY, MY BEST FRIEND SLAPPED ME IN THE FACE".

They kept on walking, until they found an oasis, where they decided to take a bath. The one who got slapped and hurt started drowning, and the other friend saved him. When he recovered from the fright, he wrote on a stone: "TODAY MY BEST FRIEND SAVED MY LIFE".

The friend who saved and slapped his best friend, asked him, "Why, after I hurt you, you wrote in the sand, and now you write on a stone?"

The other friend, smiling, replied: "When a friend hurts us, we should write it down in the sand, where the winds of forgiveness get in charge of erasing it away, and when something great happens, we should engrave it in the stone of the memory of the heart, where no wind can erase it"

Learn to write in the sand.

renungan pagi kristen - Tell Yourself I am Beautiful

(renungan pagi kristen)
For attractive lips, speak words of kindness.

For lovely eyes, seek out the good in people.

For a slim figure, share your food with the hungry.

For beautiful hair, let a child run his/her fingers through it once a day.

For poise, walk with the knowledge that you never walk alone.

People, even more than things, have to be restored, renewed, revived, reclaimed, and redeemed; never throw out anyone.

Remember, if you ever need a helping hand, you will find one at the end of each of your arms.

As you grow older, you will discover that you have two hands; one for helping yourself, and the other for helping others.

Jumat, 06 November 2009

renungan pagi kristen - Everything Happens for a Reason

(renungan pagi kristen)
Sometimes people come into your life and you know right away that they were meant to be there... to serve some sort of purpose, teach you a lesson or help figure out who you are or who you want to become. You never know who these people may be but when you lock eyes with them, you know at that very moment that they will affect your life in some profound way.

And sometimes things happen to you that may seem horrible, painful and unfair, but in reflection you realize that without overcoming those obstacles you would have never realized your potential, strength, willpower or heart.

Nothing happens by chance or by means of good luck.

Illness, injury, love, lost moments of true greatness and sheer stupidity.....


Baca kelanjutannya disini
Click this link -> Everything Happens for a Reason
---

renungan pagi kristen - HINA MENJADI MULIA

(renungan pagi kristen)
“..apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,” 1 Korintus 1:28.

Dalam setiap kehidupan manusia selalu ada kekurangan dan kelebihan. Saat seseorang mulai membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih kaya atau memiliki kedudukan yang tinggi, ia akan merasa rendah diri (minder). Padahal kalau kita renungkan, kesuksesan tidak hanya diukur dari banyaknya harta atau pangkat yang kita raih dalam karier. Ada orang yang berlimpah harta tetapi hidupnya tidak pernah ada damai, selalu ada pertengkaran antara suami, istri dan juga anak atau kesehatannya terganggu (sakit-sakitan) . Seseorang bisa dikatakan sukses apabila orang tersebut mampu melewati setiap tantangan dan berhasil menjadi pemenangnya. Memang ini tidak sernudah membalik telapak tangan, butuh usaha dan kerja keras.

Kemiskinan, kelemahan fisik (cacat tubuh), tingkat pendidikan yang rendah, bukanlah penghambat meraih sebuah kata: sukses, asalkan orang tersebut mempunyai tekad yang tinggi dan tahu kepada siapa Ia harus percaya dan berharap. Tertulis demikian, “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kening, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17:7-8). Sia-sialah berharap dan mengandalkan apa yang kita miliki karena tanpa penyertaan Tuhan kita akan jatuh. Tetapi saat kita menyerahkan seluruh kehidupan kita ke dalam tangan-Nya, maka yang hina dan dianggap rendah dunia justru akan Tuhan pakai untuk menyatakan kebesaran-Nya.

Dalam keadaan apa pun jangan pernah merasa malu menjadi anak Tuhan karena status kita yang mungkin dipandang sebelah mata oleh dunia; sesungguhnya kita berharga di mata-Nya. Tuhan sendiri berkata, “....engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau,...” (Yesaya 43:4). Terkadang Tuhan ijinkan kita harus mengalami proses yang menyakitkan hingga pada saatnya kita akan muncul sebagai mutiara iman yang menjadi kesaksian bagi dunia ini.

Kamis, 05 November 2009

renungan pagi kristen - Pasti Bisa

(renungan pagi kristen)
Seorang pemain gelandang University of Louisiville bermimpi ingin menjadi pemain football yang profesional. tetapi sayang waktu udah di wisuda ternyata tidak ada satupun klub yang berniat menawarinya masuk dalam tim mereka. Anak muda ini tidak menyerah begitu saja, dia lalu mencoba mengirim lamaran ke beberapa tim dan akhirnya dapat juga kesempatan dicoba di Pittsburgh Steelers. Tapi sekalipun dia udah coba sekeras mungkin, dia akhirnya tetap ditolak juga. Banyak dari teman-temannya bilang, " Kamu tuh sial banget yach! Tempat kamu bukan di sini kali! Udah gantung sepatu aja! Tetapi dia tetap nekat masuk ke klub lain, kirim lamaran, tapi lagi-lagi dia tetap tidak berhasil.

Kebanyakan orang ketika mengalami gagal berkali-kali terus menyerah, namun anak muda ini tetap tidak menyerah. Dia tahu betul bagaimana kemampuannya dan meyakini bahwa suatu saat pasti impiannya menjadi kenyataan. Dia tetap sabar, tekun, terus latihan dan berusaha meraih kesempatan.

Pada suatu saat, dia mendapat undangan untuk dicoba di Tim Baltimore dan.... dia berhasil mencetak tiga gol berturut-turut. Sejak saat itu, kariernya melesat dan dia tercatat menjadi pemain gelandang terbaik yang pernah main di NFL, dialah Johnny Unitas.

Karena kegigihan, kesabaran, ketekunan, kemauan untuk terus berlatih, dan sikap optimis, sang pemuda yang berulang kali ditolak, malah menjadi pemain terbaik di NFL.

Di dalam Tuhan, sebenarnya kita bisa meraih semua mimpi-mimpi kita. Terkadang yang membuat kita gagal itu sebenarnya adalah diri kita sendiri, bukan kegagalannya. Kalau kita fokus pada sasaran mimpi kita dan punya keyakinan kalo kita bisa, pasti suatu saat mimpi kita akan menjadi kenyataan. Tidak semua kesuksesan itu diraih dengan cara mudah dan instan.

Jatuh bangun sewaktu membangun mimpi adalah hal biasa. Hanya orang yang tidak berhenti untuk mencoba yang suatu saat bakal meraih impiannya.

Andalkan Tuhan, bulatkan tekad, dan jangan berhenti untuk terus mencoba, maka suatu saat pasti kesempatan emas terbuka untuk meraih impian.

" Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu, menyertai engkau kemanapun engkau pergi. "
( Yosua 1 : 9 )

Rabu, 04 November 2009

renungan pagi kristen - Berbicara Dalam Bahasanya

(renungan pagi kristen)
1 Korintus 1:12 – Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.

2 Korintus 2:3, 9 - Dan justru itulah maksud suratku ini, yaitu supaya jika aku datang, jangan aku berdukacita oleh mereka, yang harus membuat aku menjadi gembira. Sebab aku yakin tentang kamu semua, bahwa sukacitaku adalah juga sukacitamu. Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu.

Suatu kali seorang Ibu berkata kepada anaknya yang masih balita. “Tomas, jangan main diruang tamu. Nanti kalau ada tamu, repot membereskannya. Sekarang bawa mainanmu keluar dari ruang tamu.” Sementara itu, ibu tersebut pergi kedapur untuk melanjutkan memasak. Setelah selesai memasak, sekitar satu jam kemudian, ibu ini pergi ke kamar tidur dan bermaksud mengambil pakaian ganti. Betapa terkejutnya ibu ini ketika melihat kamar tidur yang berantakan dan kotor karena tanah dan pasir. Sementara itu, Tomas asyik bermain dengan dua orang emannya. Kaki mereka sangat kotor, sepertinya mereka habis berjalan diluar rumah anpa memakai alas kaki. Dengan nada tinggi, ibu ini bertanya, “Mengapa kkamu main di kamar tidur?” Dengan terbata-bata sambil ketakutan Tomas menjawab, “Kata Ibu, Tomas tidak boleh main di ruang tamu.” Tomas tidak tahu kalau dia juga dilarang main di kamar tidur. Tomas hanya tahu kalau dia tidak boleh main di ruang tamu. Pengalaman ini membuat ibu tersebut menyadari bahwa seharusnya dia berkata dengan emnggunakan bahasa anaknya. Untuk itu dikemudian hari dalam sebuah peristiwa yang hampir sama. Dia berkata, “Tomas, kamu jangan main dikamar. Mari kita angkat mainanmu ini dan kita pindahkan ke teras. Kamu boleh main disana.”

Seringkali masalah terjadi karena salah pengertian. Pendengar idak mengetahui apa maksud perkataan lawan bicaranya. Apalagi jika perkataan itu disampaikan dengan pengantara atau melalui orang lain. Paulus pernah mengalami apa yang disebut dengan kesalahpahaman dengan jemaat. Keadaan ini diperparah dengan adanya orang yang mau mengambil keuntungan dari pertistiwa tersebut. Petrus menyaksikan bahwa mereka yang tidak memahami maksud surat-surat Paulus berusaha memutarbalikannya. Itulah sebabnya dalam beberapa kesemapatan, Paulus menegaskan maksud suratnya dengan mengatakan sejelas-jelasnya sesuai dengan bahasa para pembacanya.

Berbicara adalah hal yang mudah, tetapi berbicara supaya pendengar menangkap maksud pembicaraan itu, sangatlah sulit. Salah satu cara yang sangat efektif supaya pendengar memahami maksud perkataan kita adalah dengan menggunakan bahasa mereka. Kita sebaiknya tidak berbicara dengan bahasa ilmiah kepada orang desa. Hamba Tuhan sebaiknya tidak berbicara dengan bahasa teologis kepada jemaat awam, apalagi mereka petobat baru. Anak muda sebaiknya tidak menggunakan bahasa gaul ketika berbicara kepada orang tua. Demikian juga dalam kaitannya dengan perbedaan latar belakang suku, bahasa, kebudayaan, tingkat kehidupan ekonomi dan pendidikan, hendaklah kita memakai bahasa pendengar kita. Dengan cara ini kita menghindari kesalahpahaman yang tidak perlu. Bukankah Allah sudah memberikan teladan dalam hal ini? Kehadiran Yesus adalah pernyataan Allah didalam bahasa manusia.

DOA: Aku ingin menghindari kesalahapahaman dengan orang lain. Untuk itu mampukan aku ya Bapa untuk menggunakan bahasa mereka. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Bicara dengan bahasa pembicara hanya akan didengar, berbicara dengan bahasa pendengar akan dimengerti.

Selasa, 03 November 2009

renungan pagi kristen - Goodbye peace letter

(renungan pagi kristen)
Sally jumped up as soon as she saw the Surgeon come out of the operating room. She said: "How is my little boy? Is he going to be O.K.? When can I see him?"

The Surgeon said, "I'm sorry, we did all we could."

Sally said, "Why do little children get cancer, doesn't GOD care anymore? GOD, where were you when my son needed you?"

The Surgeon said, "One of the nurses will be out in a few minutes to let you spend time with your son's remains before it's transported to the university".

Sally asked that the nurse stay with her while she said Good-bye to her son. Sally ran her fingers through his thick red curly hair.

The nurse said, "Would you like a lock of his hair?"

Sally nodded yes. The nurse cut a lock of his hair and put it in a plastic bag and handed it to Sally.

Sally said, "It was Jimmy's idea to give his body to the University for study. He said it might help somebody else," and that is what he wanted.

I said, No at first, but Jimmy said, "Mom I won't be using it after I die, maybe it will help some other little boy to be able to spend one more day with his mother".

Sally said, "My Jimmy had a heart of Gold, always thinking of someone else and always wanting to help others if he could".

Sally walked out of the Children's Hospital for the last time now after spending most of the last 6 months there. She sat the bag with Jimmy's things in it on the seat beside of her in the car. The drive home was hard and it was even harder to go into an empty house.

She took the bag to Jimmy's room and started placing the model cars and things back in his room exactly where he always kept them.

She laid down across his bed and cried herself to sleep holding his pillow.

Sally woke up about midnight and laying beside of her on the bed, was a letter folded up.

She opened the letter, it said...

Baca kelanjutannya disini
Click this link -> Goodbye peace letter
---


renungan pagi kristen - Lepaskan Pegangan Anda

(renungan pagi kristen)
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5

Suatu hari, Kerry Shook, penulis buku "One Month to Live" mengajak putranya bermain ke taman. Begitu sampai di taman, putranya Josh langsung berlari ke arah permainan yang paling di sukainya, sebuah palang untuk bergantung.

"Tolong angkat aku untuk bergantung di palang ini," demikian pintanya pada sang Ayah.

Kerry lalu mangangkatnya, dan tangan kecil Josh langsung berpegang erat pada palang tersebut tanpa dipegang lagi oleh ayahnya.

Kaki kecilnya bergantung sekitar 5 kaki di atas tanah, dan Josh terlihat begitu bangga bisa kuat bergantung disana. Sekitar beberapa menit kemudian, dia mulai lelah dan meminta di turunkan.

"Ayah, tolong turunkan saya."

Ayahnya menjawab,"Josh, lepaskan saja peganganmu dan aku akan menangkapmu."

Terlihat segurat keraguan di wajahnya, dia berkata,"Tidak, turunkan aku."

Kembali Kerry berkata,"Josh, jika kamu lepaskan peganganmu, aku akan menangkapmu."

"Tidak, turunkan aku."

"Josh, aku mencintaimu. Aku janji, aku akan menangkapmu."

Bagi Kerry ini adalah kesempatan untuk mengajar Josh bahwa dia bisa mempercayai ayahnya. Josh hanya perlu melepaskan pegangan pada palang itu, dan ayahnya akan menangkapnya. Tetapi pria kecil itu bertahan dengan seluruh kekuatannya bergantung di palang itu. Dia berpegangan hingga tangannya mulai kelelahan dan tidak bisa bertahan lagi. Akhirnya dia lepaskan pegangannya dan dia ditangkap oleh ayahnya.

Sebuah senyum mengembang diwajahnya, dia diturunkan ke tanah oleh ayahnya dan langsung berlari untuk bermain ayunan.

Pelajaran untuk Josh telah selesai, namun ayahnya, Kerry tiba-tiba mendengar suara Tuhan dengan jelas yang berbicara kepadanya.

Seperti itulah hubunganmu denganKu. Kamu sering berpegangan dengan suatu keputusasaan pada palang kehidupanmu, coba melakukan sesuatu dengan kekuatanmu sendiri. Kamu mengalami pergumulan yang tiada akhir, mencoba mengendalikan semua situasi. Kamu bertahan dan berpikir bahwa tidak ada orang yang akan menangkapmu sehingga kamu pikir lebih baik kamu bertahan di palang tersebut dan mempererat pegangan. Ketika kamu lelah bergantung, dan tanganmu mulai lemah, Aku berkata, "Lepaskan pegangan, dan Aku akan menangkapmu. Lepaskan peganganmu. Aku janji, Aku mencintaimu dan akan menangkapmu.

Seringkali kita mencoba mengerjakan segala sesuatu dengan kekuatan kita sendiri, berpikir sebaiknya kita kekiri, ketika Tuhan berkata ke kanan.

Hari ini Dia berkata, "Aku membentukmu dengan tanganKu sendiri. Aku menciptakanmu dengan sebuah tujuan, dan Aku mati untuk menebusmu. Mengapa kamu tidak bisa mempercayaiKu? Aku memberikan hidupKu untukmu. Aku Tuhan atas alam semesta ini. Kamu hanya perlu melepas peganganmu, dan Aku akan menangkapmu."

Bapa sorgawi ingin Anda dan saya untuk mempercayainya. Jika Anda berkeras untuk mengendalikan keadaan Anda sendiri, berjuang dengan kekuatan Anda sendiri, merencakan apa yang baik menurut pikiran Anda sendiri, Anda akan kelelahan. Anda akan kehabisan daya.

Ini adalah saatnya Anda mengambil sebuah resiko untuk melepaskan pegangan Anda. Ini saatnya untuk mengalami kuasa Tuhan bagaimana Dia menyatakan mukjizatnya dalam hidup Anda bahkan pada bagian-bagian yang tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya.

Mempercayai Tuhan membutuhkan keberanian, hal itu di butuhkan iman. Namun mempercayai Tuhan tidak akan pernah merugikan. Memang, jantung Anda akan sedikit deg-degan, tapi percayalah Dia selalu tepat waktu dan tidak mungkin meleset untuk menangkap Anda.

Waktu Tuhan selalu indah, dan Dia dapat dipercaya.

Senin, 02 November 2009

renungan pagi kristen - Harimau

(renungan pagi kristen)
Seekor harimau yang nyasar disuatu perusahaan, karena ketakutan akan ditemukan, sang harimau bersembunyi di toilet perusahaan. Berhari-hari ia cukup aman bersembunyi didalam toilet. Tak seorang pun memperhatikan toilet tersebut, karena jarang dipakai. Itu adalah toilet eksekutif. Namun setelah beberapa hari bersembunyi, sang harimau mulai kelaparan. khirnya ia memutuskan untuk menyantap apapun yang ditemukannya.

Pagi itu, Ka HRD perusahaan, masuk ketoilet. Betul-betul santapan yang lezat bagi sang harimau. Maka, setelah melihat situasi cukup aman, akhirnya harimau tersebut langsung menerkam Ka HRD perusahaan itu. Berhari-hari setelah ka HRD hilang, ternyata perusahaan aman terkendali dan tidak terjadi masalah apapun. Dan sang harimau lapar lagi. Kali in ia menunggu korban kedua. Ternyata, korban kedua tersebut adalah President Direktur(Presdir) perusahaan itu yang banyak mengurusi urusan-urusan utama dalam
perusahaan & urusan penting lainnya. Ketika ia sedang menikmati aktivitas alaminya, ia pun diterkam oleh
harimau itu. Setelah kejadian itu, perusahaan tetap tenang, bahkan sampai berhari-hari setelah peristiwa itu, tak ada yang geger dan merasa kehilangan dengan lenyapnya Ka HRD maupun President Direktur.

Lantas, untuk ketiga kalinya setelah beberapa hari lewat, sang harimau pun lapar lagi. Pagi itu yang masuk adalah sang office boy. Hari itu, sang office boy membersihkan toilet eksekutif tersebut. Setelah melihat situasi aman, sang harimau menerkamnya. Selang beberapa jam kemudian, perusahaan tersebut menjadi geger, oranng-orang mulai mencari sang office boy yang hilang, karena mereka membutuhkannya untuk fotocopi, mengantarkan dokumen, melayani tamu, dan urusan-urusan lainnya, hal itu membuat mereka sibuk mencari sang office boy.

Keamanan pun dikerahkan untuk mencari sang office boy. Semua orang sibuk mencari sampai kepelosok kantor. Justru karena sang harimau telah memakan sang office boy perusahaan menjadi geger dan harimau itu ditemukan ditoilet eksekutif.

Tentu saja ini semua hanya cerita kiasan(ilustrasi/ perumpamaan), tetapi mempunyai makna yang sangat berharga.

"Barang siapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu dan barang siapa yang ingin menjadi terkemuka diantara kamu, hendaklah ia menjadi hamba atas semuanya" (Markus 10:43-44)

Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbesar (pemimpin) dalam suatu jabatan. Tidaklah salah untuk menjadi yang terbesar (pemimpin), tetapi Yesus menegaskan kepada kita dalam (Markus 10:43-44), jika kita ingin menjadi yang terbesar (pemimpin), hendaklah kita menjadi pelayan atas sesama (saling melayani) dengan penuh kerendahan hati & menjadi hamba untuk semua. Karena kedudukan & kemuliaan seorang pemimpin tidak terletak pada kekuasaan, melainkan pada pemberian dirinya yang tulus sebagai hamba atau pelayan bagi sesamanya.dan kemuliaan seorang pemimpin tidak diukur dari banyaknya uang, jabatan & kuasa, melainkan dari kerelaanya untuk melayani & menyelamatkan banyak orang.

Sahabatku, jika kita ingin menjadi yang terkemuka atau terbesar diantara kita, maka hendaklah kita dengan rendah hati, mau menjadi Pelayan yang melayani sesama dan menjadi hamba bagi semua untuk melayani mereka untuk kemuliaan nama Tuhan, Amin

Tuhan Yesus memberkati kita semua....... .. ^_^

Minggu, 01 November 2009

renungan pagi kristen - Truth About Friends

(renungan pagi kristen)
My Friend
When you are sad,
I will get you drunk and help you plot revenge against the evil bastard who made you sad.

When you are blue, ...
I'll try to dislodge whatever is choking you.

When you smile, ...
I'll know you finally got laid.

When you are scared, ...
I will take the piss about it every chance I get.

When you are worried, ...
I will tell you horrible stories about how much
worse it could be and to quit whining.

When you are confused, ...
I will use little words to explain it to your dumb ass.

When you are sick, ...
Stay the hell away from me until you're well again.
I don't want whatever you have.

When you fall, ...
I will point and laugh at you.

This is my oath, ...I pledge till the end.

Why you may ask? Because you're my friend !