Sabtu, 03 Oktober 2009

renungan pagi kristen - Lima peraturan sederhana untuk hidup bahagia.

(renungan pagi kristen)
1. Bebaskan dirimu dari kebencian

2. Bebaskan pikiranmu dari kesusahan.

3. Hiduplah secara sederhana.

4. Berilah lebih.

5. Kurangilah harapan.

Tiada seorangpun yang bisa kembali dan mulai baru dari awal.
Setiap orang dapat mulai saat ini dan melakukan akhir yang baru.

Tuhan tidak menjanjikan hari-hari tanpa sakit, tertawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, kebahagiaan untuk air mata, dan terang dalam perjalanan.

Kekecewaan bagai "polisi tidur", ini akan memperlambatmu sedikit tetapi kau selanjutnya akan menikmati jalan rata. Jangan tinggal terlalu lama saat ada "polisi tidur".

Berjalanlah terus.
Ketika kau kecewa karena tidak memperoleh apa yang kaukehendaki, terimalah dan bergembiralah, karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik untuk dirimu,

Saat terjadi sesuatu padamu, baik atau buruk, pertimbangkanlah artinya...

Ada suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan, mengajarmu bagaimana lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu keras menangis.

Kau tidak dapat memaksa seseorang mencintaimu, apa yang dapat kau perbuat hanyalah membiarkan dirimu untuk dicintai, selebihnya ada pada orang itu untuk menilai dirimu.

Ukuran cinta adalah saat kau mencintai tanpa batas. Dalam kehidupan jarang akan kautemui seseorang yang kaucintai dan orang itu mencintaimu juga.

Jadi sekali kau memperoleh cinta jangan lepaskan, ada kemungkinan cinta itu tidak datang kembali.

Lebih baik kehilangan harga dirimu kepada orang yang mencintaimu, daripada kehilangan orang yang kaucintai karena harga dirimu.

Kita terlalu membuang-buang waktu untuk mencari-cari orang yang sesuai untuk dicintai atau melihat kesalahan-kesalahan pada orang yang telah kita cintai, dari pada malah seharusnya kita menyempurnakan cinta yang kita berikan.

Jika kau sungguh-sungguh senang pada seseorang, janganlah kau mencari-cari kekurangannya, kau jangan mencari-cari alasan, kau jangan mencari-cari kesalahannya.

Malahan, kau atasi kesalahan-kesalahan itu, kau terima kekurangan-kekurangan itu dan jangan kau hiraukan alasan-alasan itu

Jangan pernah meninggalkan rekan lama. Kau tidak akan pernah mendapat penggantinya.

Persahabatan adalah bagai anggur, tambah lama akan tambah baik.

Jumat, 02 Oktober 2009

renungan pagi kristen - BERKAT AYAH

(renungan pagi kristen)
Hendaklah kamu semua ... penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, ... tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati (1 Petrus 3:8,9)

Seorang pria yang sedang berduka karena kematian ayahnya berkata,"Saya tidak hanya menangisi ayah saya, tetapi juga diri saya sendiri. Kematiannya berarti saya tidak akan pernah mendengar perkataan yang selalu ingin saya dengar darinya, yaitu bahwa ia bangga terhadap saya, bangga akan keluarga yang saya bina, dan bangga akan hidup yang saya jalani."

Bukannya mengulangi kesalahan sang ayah, sebaliknya pria itu justru menyampaikan ucapan yang menyemangati anaknya sendiri, yang tidak pernah ia dapatkan, yaitu bahwa ia bangga terhadap anaknya dan kesuksesan hidup yang telah diraihnya.

Kerap kali, ketegangan antara ayah dan anak-anak tidak terselesaikan. Luka lama itu tetap tak tersembuhkan. Kita tak bersedia mengampuni ucapan kemarahan dan luka masa lalu. Namun, bagi diri sendiri dan keluarga kita, kita perlu melakukan segala upaya untuk meruntuhkan tembok yang memisahkan kita.

Bagaimana cara kita memulainya? Perintah Alkitab mengenai semua hubungan yang kita miliki adalah "Mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, ... menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ... mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya" (1 Petrus 3:8,9,11).

Oleh kasih karunia Allah, marilah kita putuskan lingkaran kemarahan dan memberi anak-anak kita apa yang mereka ingin dengar dari kita, yaitu ucapan berkat dan kasih -David McCasland

HAL TERBAIK YANG DAPAT ANDA BERIKAN BAGI ANAK ANDA ADALAH WAKTU ANDA

Kamis, 01 Oktober 2009

renungan pagi kristen - The Power of Your Actions

(renungan pagi kristen)
One day, when I was a freshman in high school, I saw a kid from my class walking home from school. His name was Kyle. It looked like he was carrying all of his books. I thought to myself, "Why would anyone bring home all his books on a Friday? He must really be a nerd." I had quite a weekend planned (parties and a football game with my friend the following afternoon), so I shrugged my shoulders and went on.

As I was walking, I saw a bunch of kids running toward him. They ran at him, knocking all his books out of his arms and tripping him so he landed in the dirt. His glasses went flying, and I saw them land in the grass about ten feet from him. He looked up and I saw this terrible sadness in his eyes.

My heart went out to him. So, I jogged over to him, and as he crawled around looking for his glasses, I saw a tear in his eye.
I handed him his glasses and said, "Those guys are jerks. They really should get lives.
He looked at me and said............


Read more
---

renungan pagi kristen - Pujian Memancarkan Kecantikanmu

(renungan pagi kristen)
Beberapa tahun lalu saya pernah mendengar seorang motivator yang diwawancara oleh Larry King, CNN, berkata: “Saat engkau memuji Tuhan dan mengagungkanNya dengan kata-kata pujian yang keluar dari hatimu, engkau akan menerima pujian kembali dari Tuhan. Karena memberi pujian adalah sifat keilahian Tuhan yang kita warisi. Itulah sebabnya pujian menyenangkan hati Tuhan, juga hati kita.” Hmm… begini rupanya cara pujian bekerja, pikir saya.

Artinya, memberi pujian dari hatimu akan menyenangkan hatimu sendiri, karena ketika engkau memuji, pujian secara otomatis kembali kepadamu. Hal ini mengingatkan saya pada cara hukum energi fisika bekerja. Tidak satupun molekul di dunia ini pernah musnah, yang terkecil sekalipun hanya dapat berubah bentuk. Begitu pula energi yang dipancarkan melalui pujian, akan berubah bentuk menjadi energi yang mengangkat hati kita, memotivasi semangat kita. Sehingga hati kita akan memancarkan kecantikan batiniah dan dunia menjadi indah karenanya.

Terlebih lagi bila pujian disanjungkan kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta dari hati yang tulus. “KeagunganMu, ya Tuhan, Kemurahan hatiMu, Kemuliaan HadiratMu, membuatku tenggelam dalam haru dan syukur. Engkau yang terbaik dalam hidupku Tuhan, hanya Engkau yang mengerti jiwaku. Tiada yang lain di hatiku selain Engkau.” Bukan saja pujian tulus ini akan menyenangkan hati Tuhan, di hati nuranimu kamu juga akan mendengar sanjungan Tuhan untukmu, “Engkau umatKu yang Kukasihi, engkau spesial di hatiKu, kerendahan-hatimu indah di mataKu, ketabahan hatimu mengharukanKu, kecantikan batinmu menggetarkan hatiKu”. Sejalan dengan kodrat manusiawi yang senang dengan pujian, kata-kata sanjungan ini akan menyenangkan hatimu – dan memancarkan kecantikan batiniahmu.

Beberapa dari kita merasa rikuh bila menerima pujian. Cobalah cari tahu dari dalam dirimu sendiri, mengapa sulit bagimu menerima pujian, sekalipun disampaikan dengan tulus oleh seseorang. Seringkali penyebabnya adalah karena kita merasa tidak layak menerima pengakuan yang mulia tentang diri kita. Kita melihat diri rendah, harganya tidak setinggi pujian yang diberikan.. Atau kita punya persepsi yang salah tentang menerima pujian, di mana kita dituntut menjadi rendah hati dan menerima pujian adalah kesombongan. Tuntutan ini bertentangan dengan hakekat manusiawi, sehingga kerendahan hati kita menjadi kerendahan hati yang palsu karena dipaksakan. Respon kita biasanya berkata, “masak sih?”, atau menangkis “itu kan karena…”. Namun yang paling tidak disukai sang pemuji adalah respon yang justru meninggikan diri seperti “baru tahu ya aku begitu?”. Sesungguhnya ini adalah reaksi yang menutupi malu hatinya karena merasa tidak layak.

Merasa tersipu bila dipuji wajar saja kok, karena kita belum menyadari kualitas yang dipujikan kepada kita. Juga terutama karena kebudayaan saling memuji tidak begitu dikenal di bangsa kita. Di samping itu, inferioritas bangsa kita belum sembuh tuntas akibat penjajahan selama ratusan tahun.. Kakek nenek buyut kita, tanpa disadari oleh mereka, mewariskan kepada kita perasaan inferior ini. Namun dengan gambar-diri yang utuh dan harga-diri yang benar, pujian akan meneguhkan gambaran pribadi yang kita lihat pada diri sendiri. Juga membuat kita semakin mengenal sisi lain diri kita, yang belum pernah kita eksplor namun telah terlihat oleh orang lain.

Cobalah renungkan pertanyaan ini, “What others say comes naturally to you?” Apakah seseorang pernah mengatakan kamu terampil menata ruang, penuh inspirasi, senang berbagi, berotak cemerlang, mudah iba, cepat dan taktis, lembut hati atau berpikir logis? Cobalah kenali sisi dirimu lebih dalam, dan temukan di situasi bagaimana kekuatan potensi ini menonjol.

Dengan tersingkapnya sedikit demi sedikit kekuatan dan potensi yang terkandung di dalam dirimu, kamu akan mengenal dirimu lebih baik hari demi hari. Kamu akan menyadari bahwa hanya Tuhan yang dapat menciptakan kamu demikian sempurna. Dan mulutmu akan dipenuhi dengan pujian kepada Sang Pemberi Potensi. Hatimu akan meluap dengan rasa syukur dan engkau akan berjalan dengan mantap dalam kehidupan. Menyadari bahwa di dalam dirimu engkau memiliki kualitas, ketrampilan, kemampuan, talenta dan rancangan hidup yang sempurna dari Sang Perancang Kehidupan.. Dan segala pujian yang engkau terima tidak berhenti di dirimu sendiri, karena menjadi persembahanmu yang harum kepada Sang Pencipta. Mempersembahkan pujian juga membuatmu terlihat cantik (praise looks good on you). Sehingga pujian tidak lagi membuatmu merasa tidak layak atau tersipu malu. Tetapi semakin meneguhkan hatimu bahwa engkau adalah ciptaan Tuhan yang berharga, mulia dan dikasihi.

Jadilah cantik oleh pujian,

By Grace Sabarus

Rabu, 30 September 2009

renungan pagi kristen - Menang Terhadap Sisi Tersembunyi Hidup Anda

(renungan pagi kristen)
Kejadian 3:9-10

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?; Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.

Bagaimana kita bisa sungguh-sungguh membiarkan seseorang mengenal diri kita ketika kita sendiri bahkan tidak mengenal siapa kita? Coba pikirkan apa yang seseorang pernah katakan berikut ini, "Ketika dua orang bertemu, sesungguhnya ada enam pribadi yang hadir: dua dari cara mereka melihat diri mereka sendiri, dua dari cara mereka melihat orang lain, dan dua dari kenyataan diri mereka sesungguhnya. "

Dalam setiap diri manusia pasti memiliki sisi yang dinamakan sisi yang tersembunyi. Sisi tersembunyi manusia ini biasanya adalah bagian yang diketahui oleh orang tersebut, tetapi dijaga agar orang lain tidak mengetahuinya.

Sisi tersembunyi yang dimiliki manusia, baik itu Anda maupun saya adalah sisi yang diberikan Allah dalam kehidupan kita. Sisi ini menunggu untuk diakui dan dibongkar keluar. Sisi ini merupakan harta terpendam yang ditanam oleh Tuhan sendiri, menunggu untuk diungkapkan dalam hidup kita. Begitu pun dengan apa yang dilakukan oleh Adam ketika jatuh dalam dosa.

Adam menyembunyikan diri dari Allah ketika dia melanggar aturan Taman Eden dan ikut memakan buah terlarang. Pada saat memakan buah tersebut, ia semakin menyadari hal yang memalukan dari dirinya dibandingkan dengan sebelum ia tidak taat. Rasa malu adalah satu kekuatan yang sangat kuat dan menyakitkan, yang mendorong kita untuk bersembunyi. Rasa malu ini perlu disembuhkan. Tetapi, di balik rasa malu sering kali ditemukan hal-hal terlarang yang telah kita perbuat.

Identitas kita begitu terikat dengan keakraban dengan Tuhan, ketika kita gagal untuk tetap berada dalam kebebasan yang telah Dia berikan bagi kita, kita tidak dapat menikmati berjalan bersama-Nya di dalam "hari yang sejuk" (yang dalam bahasa Ibrani berarti hari kemuliaan Tuhan). Kita menyembunyikan diri kita di balik pepohonan ketika Tuhan hadir mendekati kita, sama seperti yang diperbuat oleh Adam.

Kejatuhan Adam sebenarnya bukanlah dikarenakan oleh pihak luar yang membuat dirinya kehilangan kemuliaan Allah, melainkan karena pilihan-pilihan yang telah diambil sebelumnya. Adam memilih untuk mempercepat pengenalannya terhadap Allah dengan cara yang tidak benar, yakni melanggar larangan yang Allah berikan.

Akhir dari pelanggaran yang Adam lakukan adalah hubungannya dengan Allah menjadi semakin menjauh dan kebenaran yang dia miliki sebelumnya telah tercemari dengan dosa. Pada saat Allah mencari Adam,yang diinginkan oleh Allah ketika itu bukanlah posisi adam yang berada di balik pohon melainkan keberadaan dirinya. Namun, Adam tidak mengerti pertanyaan oleh Penciptanya sehingga jawaban yang keluar pun tidak seperti yang diharapkan oleh Allah. Adam mulai mencari alasan. Dia sudah tidak murni lagi dihadapan Tuhan.

Adam mulai mempersalahkan Tuhan dan istrinya yang kemudian pada gilirannya menyalahkan si ular. Ketidakmampuannya untuk mengakui pilihan, posisi, dan kenyataannya yang ada sekarang telah mendorongnya untuk menekan kebenaran dalam jiwanya. Dengan memakan buah terlarang itu jiwa Adam terbelah. Kematian dialami jiwanya dan ia sekarang tidak menikmati kebersamaanya dengan Tuhan.

Sisi tersembunyi ini merupakan tempat putusnya hubungan yang nyata, dan menghalangi keintiman serta pengungkapan diri yang murni. Sisi tersembunyi ini lebih berpotensi merusak daripada sisi tak terlihat karena sisi tersembunyi tersebut menekan hal-hal begitu dalam pada alam "bersentuhan" dengan alasan mengapa kita melakukan dan mengatakan hal-hal tertentu. Oleh karena itu diperlukan adanya pemulihan dan penyembuhan terhadap hal-hal tersembunyi ini.

Sebelum mengetahui bagaimana memulihkan dan menyembuhkan sisi tersembunyi dalam hidup kita, ada baiknya mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi penghalang kita memasuki sisi tersembunyi tersebut.

Yang menjadi penghalang kita dapat memasuki sisi tersembunyi kita adalah perasaan, penilaian, dan keyakinan yang kita miliki. Mereka setiap kali menampakkan diri, seperti katak di lumpur, ketika seseorang terlalu mendekati daerah terlarang dari hidup kita. Kita "bersuara parau" di dalam ketakutan dan rasa sakit ketika seseorang menginjak sisi tersembunyi kita. Kata-kata orang lain dan berbagai kejadian membuat reaksi bawah sadar kita bergolak dalam diri kita hampir secara "spontan". Seseorang bisa mengatakan sesuatu tanpa bermaksud apa-apa, tetapi reaksi kita terhadap perkataannya bisa mengagetkannya dan mengagetkan diri kita sendiri.

Kita mungkin berusaha memperbaiki keadaan dengan mengatakan sesuatu seperti, "Saya tidak bermaksud demikian". Namun, sebenarnya dengan berkata tersebut sebenarnya diri kita sedang berusaha untuk bersembunyi dari orang lain, Tuhan, dan terutam dari persoalan-persoalan yang belum terselesaikan serta dari diri kita sendiri.

Jika kita gagal menghadapi ketiga hal penghalang tersebut, kita tidak akan bisa menghapus dampak ketiganya terhadap realitas kita yang sekarang. Kita mendapati bahwa kita berkali-kali melakukan apa yang coba kita hindari. Akibatnya, sisi tersembunyi kita akan semakin besar dan besar.

Ada empat langkah yang dapat Anda lakukan agar lepas dari sisi terdalam Anda yang telah rusak yang sebenarnya telah dibawa oleh nenek moyang manusia, yakni Adam.

Langkah 1: Berdamai dengan sejarah hidup kita. Sejarah hidup kita yang kelam mungkin tidak akan pernah bisa ubah, tetapi Tuhan memberikan kuasa-Nya agar kita dapat terbebas dari semua masa lalu kita tersebut. Dengan kuasa-Nya, kita bisa mendapatkan pengertian dan kebebasan dari kepahitan penilaian-penilaian kita, berbagai penilaian kita yang lain, dan keyakinan kita yang tidak tepat tentang diri sendiri, orang lain, keadaan kita, dan Tuhan.

Langkah 2: Meminta Roh Kudus untuk meneliti dan menunjukkan kepada kita. Sebuah krisis adalah suatu momen penentuan dalam hidup kita. Dengan pertolongan Roh Kudus, krisis yang kita hadapi dapat mengantarkan kita memasuki suatu proses yang akan membebaskan kita dari keterbatasan yang telah membelenggu kita. Kita semua membutuhkan pertolongan Tuhan, Seseorang yang Paling Penting, dan orang lain yang peduli menolong kita untuk melakukan pemilahan melalui sisi tersembunyi yang ada dalam hidup kita.

Langkah 3: Memahami sejarah hidup kita. Jika gagal memahami sejarah hidup kita, kita dengan mudah bisa menggagalkan tujuan kita. Adalah maksud Bapa untuk membawa kita dari krisis, melewati proses penyempurnaan, dan mencapai kemuliaan.

Langkah 4: Menyiapkan diri kita - prosesnya akan menyakitkan. Melibatkan Tuhan dan sejarah hidup kita serta menghadapi hal-hal yang ada di dalam lumpur sisi tersembunyi hidup membantu kita untuk melangkah menuju kemuliaan. Walaupun prosesnya sakit, tetapi nantinya kita akan bisa menikmati hasilnya dalam jangka panjang.

Keputusan adalah hal yang penting yang perlu Anda lakukan agar keluar menjadi orang yang jujur kepada Tuhan dan orang sekeliling Anda. Saat Anda mau untuk masuk ke dalam sisi tersembunyi hidup Anda dan menanganinya maka sebenarnya Anda sedang sedang melangkah ke dalam kemuliaan yang telah ia janjikan.

Selasa, 29 September 2009

renungan pagi kristen - Promise yourself

(renungan pagi kristen)
Promise yourself to be strong that nothing can disturb your peace of mind

To talk health,happiness, and prosperity to every person you meet

To make all your friends feel there is something in them

To look at the sunny side of everything and make your optimism come true

To think only of the best, work only for the best, and expect only for the best

To be as enthusiastic about the success of the others as you are about your own

To forget the.........

Read more
---

renungan pagi kristen - TENTANG HAMBA TUHAN

(renungan pagi kristen)
“Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.” 1 Korintus 4:1.

Istilah hamba Tuhan kian marak dalarn pelayanan kekristenan masa kini di mana banyak orang bangga bila gelar hamba Tuhan tersebut melekat kepadanya, tanpa memahami makna sesungguhnya kata hamba tersebut.
Seiring berjalannya waktu, pengertian kata hamba Tuhan secara perlahan mengalami pergeseran. Sering ada anggapan bahwa menjadi hamba Tuhan berarti harus mendapatkan perlakuan khusus atau service plus, beroleh pengormatan di mana pun melayani dengan segala fasilitas yang memadai. Hal ini tidak seratus persen keliru! Itu adalah bonus atau berkat yang mengikuti pelayanan hamba Tuhan. Namun jangan sampai hal ini mengalihkan motivasi kita sehingga tidak murni lagi untuk mencerminkan jiwa pengabdian, melainkan hanya tuntutan profesi yang menyebabkan kita ke luar dari jalur Tuhan.

Di awal suratnya yang ia tulis kepada jemaat di Roma rasul Paulus menyebut dirinya hamba Yesus Kristus: “Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.” (Roma 1:1), begitu juga di hadapan jemaat Korintus. Paulus menyadari benar makna kata hamba yang melekat pada dirinya, yaitu tidak lebih dari seorang budak. Sebagai budak ia harus mengabdikan diri dengan segenap jiwa dan raga untuk Tuannya. Jadi hamba Tuhan juga bisa diartikan orang-orang yang membaktikan setiap nafas hidupnya untuk Tuhan, melepaskan segala kenyamanan duniawi, tunduk kepada pemerintahan sorgawi dan tidak punya hak untuk menuntut, serta bukan seorang bos. Paulus mengakui dirinya adalah hamba Yesus Kristus. Ada pun jabatan sebagai rasul diberikan oleh Kristus kepadanya, bukan ia sendiri yang mengangkat dirinya sebagai rasul. Tetapi Paulus tetap mengedepankan status dirinya yang tidak lebih dari seorang hamba. Dalam perjalanannya sebagai seorang hamba Tuhan Paulus melayani dengan tulus, tidak bersikap menuntut, tidak mencari keuntungan diri sendiri di balik pelayanan, melainkan mengabdi dengan sungguh-sungguh demi kemajuan Injil di muka bumi ini.

Mari kita melayani Tuhan dengan penuh pengabdian, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani,..” (Matius 20:28).

Senin, 28 September 2009

renungan pagi kristen - 10 signs that say he is serious about you!

(renungan pagi kristen)
1) He seeks your opinion in everything from minor decisions to major ones
It could be something as simple as buying a tie to match his shirt. Or major ones like what car he should buy. It shows that he values your opinions and thinks that you have great judgement and insight as well.

2) He wants you to meet his family, friends and everybody else
He is serious in making you part of his social circle and does not see you as just another casual date when he wants you to meet his family.

3) He spends a lot of time together with you
If he is not genuinely interested in you, would he spend time with you rather than go for his favourite soccer match with his buddies

Read more .....
Click this link ->10 signs
---

renungan pagi kristen - Lakukan Lebih Banyak

(renungan pagi kristen)
“Jika anda hanya punya satu anak panah untuk dilempar ke sebuah dartboard, berapa kesempatan anda untuk mencapai sasaran utama? Sangat kecil, bukan? Jika anda mendapatkan 100 anak panah untuk dilemparkan ke dartboard tersebut, meski anda seorang yang bodoh sekalipun, maka dapat dipastikan paling tidak, lebih dari satu anak panah yang mengenai sasaran tersebut.

Sukses memang sesederhana itu. Lakukan lebih banyak maka anda akan sukses! Itu sebabnya ciri-ciri orang sukses adalah mengalami kegagalan lebih banyak dibandingkan dengan orang biasa. Masuk akal, karena orang sukses juga mencoba dan melakukan jauh lebih banyak dari orang biasa. Jika anda melakukan semakin banyak, maka semakin besar juga peluang anda untuk meraih kesuksesan.

Sebagai contoh, orang asuransi sangat akrab dengan istilah 10:3:1 yang artinya jika agen asuransi tersebut bertemu dengan 10 orang, maka 3 orang akan tertarik mendengar presentasinya dan 1 orang bakal beli asuransi. Apa yang harus dilakukan supaya bisa mendapatkan 5 nasbah? Tawarkan saja kepada 50 orang, maka menurut hokum rata-rata kita pasti mendapat 5 nasabah.

Masalahnya, banyak orang tidak mau melakukan lebih banyak. Tidak mau mencoba lebih sering. Atau, jika anda seorang sales, tidak mau menawarkan ke lebih banyak orang. Semakin sedikit tindakan yang dilakukan, tentu semakin kecil juga kemungkinan untuk berhasil. Inilah yang membedakan orang biasa dan orang sukses. Amatilah bagaimana orang-orang sukses bekerja, anda akan tahu bahwa mereka selalu lebih rajin dari orang biasa. Mereka tidak bermalas-malasan , tapi do it, do it, and do it again.

Lemparkan anak panah lebih banyak maka semakin besar juga peluang anda mengenai sasaran.

Semakin sering anda mencoba, maka semakin besar juga kemungkinan anda untuk berhasil.

Tuhan Yesus Memberkati..

" Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah " ( Galatia 6 : 9 )

Minggu, 27 September 2009

renungan pagi kristen - Tetap Hormati Orang Tua

(renungan pagi kristen)
(Ulangan 5:16) Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

(Matius 15:4) Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.

Ada seorang bapak tua kaya raya yang sudah lama ditinggal mati istrinya. Bapak tua itu mempunyai seorang putra yang telah menikah. Setelah mendapat izin darinya, putra dan menantunya tinggal bersama dengan dia di apartementnya yang mewah. Cinta yang besar membuat bapak tua tsb segera menghibahkan seluruh harta kekayaannya, termasuk apartement yang ditinggalnya kepada anak tunggalnya.

Suatu hari terjadi pertengkaran yang cukup hebat antara bapak tua itu dan putranya, sehingga diusir dari apartementnya sendiri. Pengusiran itu membuat sibapak tua terlunta lunta dan menjadi pengemis di Orchad Road , Singapure. Suatu hari seorang teman lama mengenalinya saat memberikan sedekah. Saat ditanya apakah dia teman yang sudah lama tidak ada kabar beritanya, bapak tua itu menyangkalinya. Tanpa sepengetahuan si bapak tua, temannya tersebut memberitahukan kecurigaannya kepada teman teman yang lain. Saat sahabat karib bapak tua itu datang dan mendesaknya untuk mengakui bahwa dia adalah teman lama yang mereka cari cari, bapak tua itupun tak kuasa lagi untuk menyangkal. Dengan derai airmata ia menceritakan peristiwa getir yang menerpa hidupnya. Mendengar itu teman-temanya panas hati. Singkat kata kejadian ini sampai kepada Perdana Menteri Singapure. PM Lee segera memanggil dan bertindak tegas terhadap anak dan menantunya bapak tua tersebut. PM Lee memanggil notaris dan membatalkan penghibaan harta warisan terhadap anak dan menantu yang telah tega mengusir orang tuanya ke jalanan. Sejak saat itu anak dan menantu yang tak tahu diri tersebut dilarang masuk ke apartemen si bapak tua.

Peristiwa ini membuat PM Lee mengambil keputusan bijaksana, yang melarang semua orangtua untuk menghibahkan seluruh harta bendanya kepada siapa pun sebelum mereka meninggal. Kemudian supaya para lansia tetap dihargai hingga akhir hayatnya, beliau membuat dekrit yang berisikan pemberian pekerjaan kepada para lansia agar mereka tidak lagi tergantung pada anak atau menantu. Para lansia itu juga bisa bangga karena masih bisa mampu memberi sesuatu dari hasil keringat mereka kepada cucu-cucu mereka. Di Singapure cleaning service toilet di bandara, mal, restoran adalah para lansia.

Anak yang bijak akan terus memelihara rasa hormat dan saying kepada orang tuanya, apapun kondisi orang tuanya. Meskipun orang tua kita sudah tidak sanggup duduk atau berdiri, atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, kita harus tetap menghormatinta dengan cara merawatnya. Ingatlah bahwa waktu kita masih balita, mereka dengan sukacita membersihkan tubuh kita dari semua bentuk kotoran, memberi kita makan dengantangan mereka sendiri, dan menggendong kita sampai dini hari pada waktu kita sedang sakit. Dapatkah kita membalas semua kebajikan itu? Hormatilah orang tua atau mertua kita. Tuhan akan memberkati kita dengan umur panjang jika kita menghormati mereka.

DOA: Tuhan, berkatilah bapak dan ibuku dengan kekuatan dan kesehatan. Mampukan aku berbakti kepada mereka sampai akhir hayat mereka. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Kata-kata bijak: Kesejatian seorang anak nyata tatkala ia tetap mengasihi orang tuanya yang terbaring tak berdaya.