Senin, 07 September 2009

renungan pagi kristen - Hubungan Yang Langgeng Tidak Terjadi Begitu Saja

(renungan pagi kristen)
Amsal 31:10 -
Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada permata.

Jim diam menatap televisi sementara hati Carol terasa sakit, sambil berpikir mengapa suaminya marah kepadanya. Mereka baru setahun menikah dan Carol mulai melihat hubungan mereka makin memburuk. Ia hanya berpikir jangan-jangan ia akan segera bergabung dengan jutaan pasangan lain yang pernikahannya berakhir dengan perceraian. Akhirnya ia memecah kesunyian dengan bertanya kepada Jim dimana salahnya, Jim tidak menjawab. Hatinya terasa sakit selama beberapa saat, tetapi ia mengulangi pertanyaannya. Jawaban Jim sangat menyakitkan hatinya sehingga ia mulai meragukan kemampuannya sebagai isteri.

Jim berkata, "Aku bosan dan lelah melihat kamu terlalu serius memandang segala sesuatu. Kamu terlalu sensitif! Bila sebelumnya aku tahu kamu emosional seperti ini, mungkin aku tidak akan menikahimu. Tetapi, karena kita telah menikah, kupikir kamu perlu melakukan bagianmu. Hentikan tindakanmu yang berlebihan dan jangan terlalu perasa terhadap apa yang aku katakan dan lakukan. Bila kita ingin pernikahan kita berhasil, kamu tidak boleh kekanak-kanakan!"

Apakah ini kedengarannya sudah biasa terjadi? Dengan kata-kata kasar seperti ini, Jim tanpa sadar telah membawa hubungan mereka ke jalan kehancuran yang menimbulkan beberapa perubahan yang tidak menarik - perubahan yang akhirnya akan menghancurkan hubungan mereka. Masalah utama Jim, yang juga dialami oleh ribuan suami lainnya adalah ia gagal untuk memahami perbedaan dasar antara sifat alamiah pria dan wanita. Jim telah menyerang dua dari kekuatan alamiah terbesar yang dimiliki isterinya, kepekaan dan kesadarannya yang berdasarkan intuisi terhadap hidup ini dan menganggapnya sebagai kelemahan.

Sebagai tanggapan terhadap teguran Jim, Carol, seperti ribuan isteri lainnya, akan mulai membentuk suatu sikap yang keras, tidak berperasaan terhadap kehidupan secara umum dan khusunya terhadap Jim. Bila pernikahan mereka bertahan selama beberapa tahun berikutnya, dengan cemas Jim akan menemukan bahwa kepekaan Carol akhirnya lenyap dan ia telah kehilangan sebagian besar ketertarikannya terhadap isterinya. Kalau saja ia mengerti bahwa kewaspadaan Carol adalah salah satu kekuatannya yang terbesar dan kalau saja ia mulai memperlakukan isterinya dengan halus, lembut dan ramah, hubungan mereka akan makin bertambah kuat dan makin memuaskan.

Perbedaan emosional dan mental antara pria dan wanita dapat menjadi penghalang yang tidak dapat diatasi terhadap satu hubungan yang memuaskan bila ini diabaikan atau dimengerti secara keliru. Namun perbedaan tersebut bila diketahui dan dihargai, dapat menjadi batu loncatan ke arah suatu hubungan yang berarti dan memuaskan.

Sebagai contoh, wanita memiliki suatu keuntungan yang luar biasa dalam dua bidang kehidupan yang paling penting: mengasihi Allah dan mengasihi orang lain (Mat. 22:36-40). Wanita memiliki suatu kemampuan intuitif untuk mengembangkan hubungan yang berarti dan kerinduan akan komunikasi yang intim, dan ini membuat mereka mampu memasuki apa yang Yesus katakan sebagai dua perintah yang terbesar. Kasih kepada Allah dan kepada orang lain berarti membangun hubungan. Allah berkata bahwa tidak baik bila pria hidup sendirian dan Ia menciptakan seorang Penolong dan Pelengkap yang penting - wanita. Pria pasti membutuhkan bantuan untuk menciptakan dan memelihara hubungan, namun bagaimana wanita dapat membantu sehingga pria mau mendengarkan dan menerimanya?

Bila seorang wanita memahami kekuatannya dan untuk apa kekuatan itu diciptakan, citra dirinya (self-image) hampir tidak dapat dirusak, bagaimanapun cara suaminya meremehkan dia. Bila suami ataupun isteri memahami satu sama lain dan mulai menanggapi dengan tepat, hubungan mereka dapat berkembang ke arah pernikahan yang mereka impikan. Carol mulai dapat membuat Jim sadar akan kebutuhannya yang terdalam akan kasih, keyakinan dan keamanan, tanpa merasa mementingkan diri sendiri karena merindukan kebutuhannya terpenuhi. Sayangnya, dengan cara seperti yang dialami oleh Jim dan Carol, mungkin tidak lama lagi mereka akan bergabung dengan barisan satu juta lebih pasangan suami isteri yang tiap tahun bercerai.

Namun jangan putus asa! Pernikahan Anda tidak harus menjadi bagian dari statistik yang mengherankan ini. Dengan sarana yang tepat, Anda dapat mengukir suatu pernikahan yang lebih memuaskan dari suatu pernikahan yang tampaknya tidak berpengharapan. Namun sarana itu sendiri tidak akan membuat ini menjadi kenyataan. Sarana itu harus dipakai dan dipergunakan dengan tepat dan konsisten.

Bila suami Anda bersedia melakukannya bersama Anda, Anda akan memperkuat pernikahan Anda jauh lebih cepat. Bila seorang suami memahami kebutuhan isterinya dan belajar cara memenuhi kebutuhan tersebut, hubungan yang ada akan bertumbuh lebih cepat.

Dalam konseling saya melihat jika saya dapat membuat sang suami melakukan bagiannya terlebih dahulu, akan jauh lebih mudah bagi sang isteri untuk melaksanakan tanggung jawabnya dalam hubungan yang ada dengan rasa antusiasme dan komitmen yang lebih besar. Suami Anda akan mulai sadar bahwa Anda adalah satu pribadi yang istimewa dan mulai memperlakukan Anda dengan lebih halus, lembut, sensitif dan pengertian. Sayangnya, wanita biasanya lebih memperhatikan hal memperdalam hubungan pernikahan mereka dibandingkan pria.

Bila hubungan Anda dengan suami kurang dari apa yang Anda rindukan dan ia hanya menunjukkan sedikit perhatian terhadap perasaan Anda, pada awalnya Anda akan merasa sulit untuk mulai melangkah. Tetapi bila Anda untuk sementara bersedia melupakan kurangnya tanggapan yang diberikan dan melakukan beberapa usaha tambahan, Anda dapat terus melangkah dengan satu keyakinan akan hubungan yang lebih baik lagi. Saya juga yakin bahwa kerinduan suami Anda akan suatu hubungan yang lebih baik akan makin meningkat sebagai tanggapan terhadap perubahan yang ia lihat dalam diri Anda.

Saya telah berbicara dengan beratus-ratus wanita yang telah menikah. Saya menemukan sedikit sekali yang tidak menginginkan perbaikan hubungan dengan suami mereka. Beberapa wanita merasa lebih puas dibandingkan wanita lain, tetapi sebagian besar mereka merindukan suami yang lebih mengasihi dan lebih romantis. Banyak wanita yang mengatakan bahwa mereka ingin suami mencintai mereka lebih daripada ia mencintai siapapun dan apapun. Anda mungkin berpikir, "Itu mustahil. Tidak ada pria yang mencintai seperti itu!" Namun saya secara pribadi telah melihat makin banyak suami-suami yang diubahkan menjadi pencinta-pencinta "yang mustahil". Perubahan yang diinginkan tidak terjadi begitu saja, pria membuat itu terjadi bila mereka tahu apa yang harus dilakukan.

Sumber :
Gary Smalley - Alasan Tersembunyi Mengapa Pria Berperilaku Tertentu

Minggu, 06 September 2009

renungan pagi kristen - Abide With Me

(renungan pagi kristen)
Lukas 24:28-29 - Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
Rata Penuh
1 Korintus 15:58 - Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Hanya orang yang bisa menghadapi kematian dengan pikiran yang realistis yang mampu menjalani hidup ini dengan tujuan dan keyakinan. Inilah yang dialami oleh pendeta Inggris, Henry F. Lyte. Ia menulis lirik nyanyian pujian “Abide With Me” atau “Tinggal Sertaku” pada tahun 1847, tidak lama sebelum ia meninggal. Lagu yang diangkat dari Lukas 24:29 ini kemudian menjadi lagu favorit dikalangan umat Kristen selama masa kedukaan atau kesengsaraan. Teks lagu ini dalam bahasa Indonesia adalah, “Tinggal sertaku hari telah senja. Gelap makin turun, Tuhan tinggallah. Lain pertolongan tiada kutemukan, Maha Penolong tinggal sertaku. Hidupku surut ajal mendekat, nikmat duniawi hanyut lenyap, tiada yang tahan, tiada yang teguh. Kau yang abadi tinggal sertaku. Aku perlukan Dikau tiap jam, dalam cobaan Kaulah yang kupegang. Siapa penuntun yang setaraMu, siang dan malam tinggal sertaku.”

Henry F. Lyte lahir di Skotlandia pada tanggal 1 Juni 1793. Dia belajar di Trinity College , Dublin Ireland. Sepanjang hidupnya ia dikenal sebagai orang yang bekerja keras didalam melayani Tuhan. Meskipun secara fisik ia lemah karena asma dan TBC, tetapi ia kuat secara roh dan imannya tak tergoyahkan. Ia adalah seorang penyair, musisi dan pelayan Tuhan. Dimanapun melayani, ia dicintai dan dikagumi oleh orang-orang yang dilayaninya. Selama dua puluh tiga tahun terakhir dalam hidupnya, ia melayani gereja miskin yang kebanyakan adalah nelayan. Kesehatannya semakin memburuk dan dokter memberikan saran agar ia pindah sejenak ke Itali, daerah yang lebih hangat. Dengan berat hati, ia terpaksa meninggalkan jemaat yang dilayaninya. Pada hari Minggu perpisahan ketika ia menyampaikan khotbah terakhirnya pada tanggal 14 September 1847, ia sama sekali tak berdaya lagi, ia sudah sekarat dan ia berkhotbah dengan berurai air mata. Ada rasa hancur di dada, ketika ia beranjak pergi meninggalkan jemaat Tuhan yang dilayaninya. Namun ia yakin seperti lirik lagu yang ditulisnya bahwa sekalipun ia pergi, namun Tuhan akan tinggal tetap. Ia memohon agar Tuhan tetap tinggal ditengah persekutuan umatNya. Dua bulan setelah itu ia meninggal ketika dalam perjalanan ke Roma, Itali.

Lagu pujian “Abide With Me” mengingatkan kita tentang seseorang yang tetap setia melayani Tuhan sekalipun ia menderita. Ia tidak kecewa karena Tuhan tidak menyembuhkannya, ia tidak menjadikan kelemahan tubuh sebagai alasan untuk tidak melakukan sesuatu, namun ia menjalani sisa umur hidupnya dengan melakukan pekerjaan yang bermakna. Melalui lirik lagu yang ditulisnya disela-sela penderitaan karena penyakitnya, kita dapat melihat keteguhan imannya kepada Tuhan. Ia menyadari bahwa ajalnya sudah mendekat, tetapi kalaupun kematian menjemputnya, ia percaya bahwa Tuhan akan tetap tinggal bersamanya, Tuhan yang ia layani akan menjadi bagiannya selamanya.

DOA: Tuhan Yesus, tidak ada penderitan apapun yang dapat memisahkan aku dariMu. Jangan biarkan aku menjadi tawar hati karena penyakitku. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Ketika jiwamu lemah karena penderitaan, ingatlah akan Tuhan maka engkau akan mendapat kekuatan.

Sabtu, 05 September 2009

renungan pagi kristen - Kebangkitan Dibalik Kehilangan

(renungan pagi kristen)
Mungkin Anda pernah menonton America's Most Wanted, program televisi yang melakukan reka ulang kisah-kisah kejahatan dan memotivasi para pemirsanya untuk menolong pihak yang berwajib mencari dan menangkap para pelaku kejahatan, yang sering kali merupakan penjahat sadis. Pembawa acara program ini adalah John Wals.

Mungkin Anda mengira John Wals adalah seorang jurnalis atau aktor - seorang yang professional dalam dunia pertelevisian - tetapi sebenarnya tidak demikian. Ini adalah kisah yang dialami John Wals.

John awalnya memiliki usaha sendiri bersama tiga orang mitranya, mereka melakukan pembangunan berbagai hotel mewah. Tetapi suatu hari putra John diculik, tetapi karena tidak ada bukti tentang kejahatan tersebut, pihak berwenang lambat untuk menolong John dan istrinya dalam menemukan putra mereka. Mereka mencari selama enam belas hari, dan tragisnya anak laki-laki tersebut ditemukan dalam keadaan tewas.

Kehidupan John hancur sebagaimana keadaan hatinya karena kehilangan buah hati yang dikasihinya. Berat badannya turun drastis, rumahnya disita, bahkan bisnisnya hancur. Ia telah kehilangan semua harapan.

Hingga suatu hari John bertemu dengan Dr.Ronald Wright, seorang ahli koroner didaerahnya yang bertanya padanya, "Anda sedang berpikir tentang bunuh diri, bukan?"

"Untuk apa lagi saya harus hidup," jawab John. "Saya tidak mempunyai apa-apa. Anak saya satu-satunya telah dibunuh. Saya bahkan tidak bisa bicara dengan istri saya. Saya tidak mempunyai pekerjaan, rumah saya disita, seluruh hidup saya berakhir."

"Tidak, tidak demikian," jawab Dr.Ronald. "Anda fasih berbicara. Anda bisa menyusun sebuah kampanye terbesar untuk anak hilang dalam sejarah Florida. Pergilah dan berusahalah untuk mengubah segala sesuatu."

John berkata bahwa itu adalah nasihat terbaik yang ia pernah dapatkan dari siapapun. Itu memberikannya sebuah tujuan hidup. Dan tujuan hidup itu memberikannya lebih dari sebuah alasan untuk tidak bunuh diri. Itu memberinya kekuatan untuk melayani dan menolong orang lain. Pada tahun 1988, ia memulai acara America's Most Wanted yang masih terus berlanjut hingga saat ini. Acara itu telah berjasa atas penangkapan 1050 penjahat dan juga empat belas nama yang terdaftar dalam FBI's Most Wanted, dan juga menyelamatkan puluhan anak-anak yang hilang.

John menemukan tujuan hidupnya saat dia berada di lembah terdalam kehidupannya, dan dia berhasil bangkit dan bahkan menjadi berkat bagi banyak orang. Hal yang sama juga dapat Anda lakukan, ketika Anda menemukan tujuan hidup Anda, maka Anda akan mencapai potensi maksimal Anda.

Sumber: Talent Is Never Enought; John Maxwell;Immanuel Publishing

Kisah sukses lainnya

* Colonel Harland Sanders (Pendiri KFC)

* Warren Buffet (Pialang saham terkaya di dunia)

* William Colgate (Pendiri perusahaan Colgate)

* Oprah Winfrey (Wanita Luar Biasa!)

* Julio Iglesias (Titik balik kehidupan yang tak terduga)

* WALT DISNEY (Anda pasti tahu orang ini)

Jumat, 04 September 2009

renungan pagi kristen - KARENA URAPAN DAN PENYERTAAN TUHAN

(renungan pagi kristen)
Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya. 1 Samuel 16:23

Saat menggembalakan domba-dombanya di padang belantara, Daud memiliki banyak waktu merenungkan banyak hal: kebaikan Tuhan, pertolongan dan juga penyertaanNya yang ajaib. Saat-saat itu pula Daud menaikkan pujian dan nyanyian syukur kepada Tuhan dengan iringan kecapi yang ia mainkan.Rata Penuh
Berita tentang kemahiran Daud memainkan kecapi terdengar di mana-mana, bahkan sampai di istana raja Saul. Ketika raja Saul diganggu roh jahat, orang-orangnya di istana dan berusaha mencari cara bagaimana supaya roh jahat itu menjauh dan tidak mengganggu sang raja. Para hamba menyarankan agar Saul segera mencari orang yang pandai memainkan kecapi supaya ia merasa nyaman. Salah satu dari mereka pun berkata, ...salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan Tuhan menyertai dia. (ayat 18). Akhirnya ...Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya. (ayat 21a, 23). Apa istimewanya kecapi Daud? Apakah karena kecapinya dirancang khusus dan berharga mahal? Bukan! Bukan kualitas kecapinya sehingga roh jahat pergi, tetapi tergantung siapa yang memainkannya. Daud, selain sangat ahli memainkan kecapi, kehidupannya diurapi Tuhan. Itulah kunci utama mengapa permainan kecapi Daud penuh kuasa dan mampu mengalahkan roh jahat. Ada kekuatan adikodrati yang menyertai Daud.

Untuk mengalami kuasa dan penyertaan Tuhan seperti Daud ini tidaklah mudah. Ini adalah hasil dari keintiman Daud dengan Tuhan. Daud selalu berusaha agar hidupnya senantiasa menyenangkan hati Tuhan. Dan saat seseorang bergaul karib dengan Tuhan inilah saat Ia mengimpartasikan urapan dan kuasaNya.

Bila hidup kita dipenuhi Roh Tuhan, di mana pun kita berada, selalu membawa dampak positif !

Kamis, 03 September 2009

renungan pagi kristen - BUANG SEMUA KEKUATIRAN

(renungan pagi kristen)
“Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.” Amsal 12:25

Saat ini kekuatiran melanda banyak orang. Macam-macam hal yang dikuatirkan : ekonomi keluarga, studi, pasangan hidup atau masa depan. Apalagi banyak informasi dari berbagai media tentang keadaan yang semakin memprihatinkan seperti konflik antarnegara yang tidak kunjung usai, bencana alam, wabah penyakit dan juga krisis ekonomi global. Sangatlah manusiawi bila semua orang semakin kuatir dalam menjalani hidup ini.

Sebenamya perasaan kuatir itu muncul bukan akibat besar kecilnya masalah atau tantangan yang dihadapi, melainkan ketika orang cenderung mengandalkan kekuatan diri sendiri. Kekuatiran itu sendiri merupakan kegagalan seseorang dalam menghadapi tantangan sebelum melakukan peperangan. Rasa kuatir ini tidak hanya dialami orang dunia saja, orang Kristen pun mengalami hal yang sama, seolah-olah tidak ada pengharapan. Firman-Nya jelas menyatakan bahwa Tuhan menjamin masa depan anak-anakNya yang senantiasa bersandar dan berharap kepada Dia, “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” (Amsal 23:18). Ingat! Kekuatiran merupakan celah dalam kehidupan kita yang memberikan kesempatan kepada kuasa jahat untuk menggagalkan dan menghancurkan kita.

Di tengah dunia yang makin sulit dan penuh tantangan ini kita harus makin sungguh-sungguh melekat pada Tuhan dan tekun tinggal dalam Dia. Jadi, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Bunga bakung saja yang tidak bekerja dan memintal didandani Tuhan sedemikian rupa walaupun hari ini ada dan esok dibuang. Apalagi kita, ciptaan paling mulia di antara segala ciptaan-Nya yang adalah biji mata Tuhan sendiri. Seberat apa pun pencobaan kita, percayalah semuanya itu tidak melebihi kekuatan kita, justru semakin menguatkan otot-otot iman kita kepada Tuhan karena Dia sanggup menolong dan memberkati kita dengan cara-Nya yang ajaib. “Seperti tingginya langit dan bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:9).

Jangan kuatir, apalagi menyerah pada keadaan, karena ada Yesus yang senantiasa menyertai dan memelihara hidup kita sampai akhir zaman!

Rabu, 02 September 2009

renungan pagi kristen - Rakus dan Serakah

(renungan pagi kristen)
Virus ini tidak mengenal kata cukup, sebaliknya selalu kurang, kurang dan kurang. Mau memiliki sebanyak apapun, tetap saja ia merasa kurang. Virus ini selalu membuat kita fokus kepada diri sendiri egois dan tidak akan pernah perduli dengan orang lain. Virus ini juga yang membuat kita tidak pernah bersyukur kepada Tuhan. Hubungan kita dengan Tuhan sangat miskin akan ucapan syukur sebaliknya digantikan dengan tuntutan di sana sini. Inilah yang menjadi alasan mengapa Tuhan begitu muak dengan keserakahan.

Jepang memiliki satu pepatah yang menggambarkan begitu bodoh dan naifnya orang-orang yang dikuasai keserakahan, “ Biarpun anda tidur di kamar seribu tikar, anda hanya bisa tidur diatas satu tikar saja.” Benar juga pepatah itu. Meski kita memiliki puluhan mobil, tetap saja kita hanya bisa menggunakan satu mobil saja untuk bepergian. Meski kita bisa beli makanan yang sedemikian banyak dan mewah, toh perut kita memiliki daya tampung yang terbatas. Meski kita punya banyak materi dan uang yang melimpah, toh semuanya itu akan ditinggalkan ketika kita berpulang.

Jangan sampai kita dikuasai nafsu rakus dan keserakahan. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap saat godaan untuk menjadi serakah selalu muncul dalam diri kita mengingat sikap alami manusia yang tidak pernah mengenal kata cukup. Kita harus menaklukkan sifat serakah itu. Lalu bagaimana kita bisa mengatasi nafsu rakus dan serakah dalam diri kita? Cara yang paling sederhana untuk mengatasi sifat serakah adalah dengan belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada tidak egois dan selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

Biarpun anda tidur di kamar seribu tikar, anda hanya bisa tidur diatas satu tikar saja.

Tuhan Yesus Memberkati..

Selasa, 01 September 2009

renungan pagi kristen - Park i ran Dung (IMAGE GKPB MDC)

(renungan pagi kristen) Ini Hasil karya anak2 GKPB MDC yang kreatif. Buat yang ngerti bahasa jawa pasti ngakak denger nya.




Nonton Chapter II nya disini
Park i ran dung II
---

renungan pagi kristen - PERUBAHAN RADIKAL

(renungan pagi kristen)
(2 Korintus 3:18) Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan ... maka kita diubah
menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar

Operasi plastik, belakangan ini makin banyak saja peminatnya. Orang rela menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk mengubah bentuk wajah maupun tubuhnya. Lewat operasi itu, diharapkan bagian tubuh yang tidak menarik bisa langsung diubah menjadi lebih cantik. Orang gemuk bisa mendadak menjadi kurus. Pendeknya, orang merindukan terjadinya perubahan radikal. Sebuah metamorfosis. Bagai ulat buruk rupa berubah menjadi kupu-kupu nan jelita. Hasil akhirnya beda jauh dari asal mulanya.

Kata "metamorfosis" terdapat di Alkitab. Istilah Yesus "berubah rupa"
dalam Markus 9:2 memakai kata metamorpheo dalam bahasa aslinya. Di depan ketiga murid-Nya, Tuhan Yesus bermetamorfosis. Tubuh fisik-Nya berubah. Bersinar memancarkan kemuliaan Allah. Menurut Rasul Paulus, kita pun kelak akan memiliki tubuh baru; memperoleh "rupa surgawi"
yang memancarkan cahaya kemuliaan Kristus (1 Korintus 15:49). Tubuh kita akan diubah menjadi seperti Dia. Namun sebelumnya, di dunia ini, hati kita dulu yang perlu mengalami metamorfosis. Saat Yesus dimuliakan, suara dari surga berkata, "Dengarkanlah Dia!" (ayat 7).

Mendengarkan Yesus adalah kunci terjadinya metamorfosis hati.
Mendengar berarti menaati. Semakin kita taat, semakin hati kita diubah menjadi seperti Yesus.
Sudahkah metamorfosis hati terjadi dalam diri Anda? Jika Anda menghadiri reuni, apakah teman-teman lama Anda bisa melihat sifat Anda yang kini berubah? Sifat-sifat buruk lenyap digantikan dengan sifat baik? Hidup beriman yang sehat tidak pernah mandek. Bersama Roh Kudus, relakan diri Anda terus diubah menjadi makin indah --JTI

JIKA ANDA TIDAK MAU DIUBAH OLEH ALLAH DUNIALAH YANG AKAN MENGUBAH ANDA